Tiga komunitas teater yang tampil malam ini di Gedung Cak Durasim Surabaya. Komunitas Teater Tombo Ati Jombang, sutradara Fandi Achmad mengambil cerita Wiruncana Murca. Komunitas Teater Malang, sutradara Sofyan Joyo Utomo menampilkan Kisah Cinta Raden Panji dan Dewi Anggraini. Sementara dari Komunitas Teater Lumpur, Bangkalan, Madura, sutradara R. Nike Dianita Febriyanti mengangkat cerita Perempuan dan Kapal Yang Hilang.

Dalam parade teater tersebut yang akan tampil selama tiga hari (23-24-25 Agustus 2018) adalah teater Jombang, Malang, Bangkalan, Pasuruan, Unesa, STKW, Kajuruan, Estu Surabaya dan sebagai bintang tamu teater Sulawesi Tenggara dengan cerita Orang Pinggiran.

WIRUNCANA MURCA.

Teater Jombang memulainya dengan pertemuan agung di kerajaan Rancang Kencana yang dilanda wabah penyakit. Istana gusar, rakyat sengsara. Pagi sakit, siang meninggal. Siang sakit, malam meninggal. Raja Sri Baginda Kelono Joko memanggil Patih Sundul Mego serta Tumenggung Pancatnyono untuk membahas wabah tersebut. Maka diambillah keputusan membuat sayembara yang isinya siapa saja yang bisa menanggulangi keadaan wabah di kerajaan, akan mendapat hadiah besar.

Dan justru putra raja sendiri yang bisa menanggulanginya, yaitu Raden Panji Kudonorowongso. Namun dalam memasuki sayembara, Raden Panji Kudonorowongso menyamar sebagai orang kebanyakan. Pakaiannyapun seperti petani, tingkah-lakunya polos sebagaimana orang desa. Tetapi karena yang bisa menanggulangi wabah penyakit itu adalah orang biasa, bukan bangsawan, pihak kerajaan menerimanya dengan setengah hati. Dan kala itu juga Raden Panji Kudonorowongso membuka penyamarannya dihadapan raja serta para punggawa kerajaan. Kala itu juga raja kaget, kemudian menjadi sakit.

Suatu waktu, Raden Panji Kudonorowongso sebagai putra mahkota dinobatkan menjadi raja. Berbareng dengan itu, di kerajaan tetangga juga diadakan perayaan besar-besaran untuk memeriahkan putri kedaton Kumolo Ningrat yang beranjak dewasa. Lantas seiring dengan waktu, putri Kumolo Ningrat dicarikan jodoh oleh ayahandanya. Kemudian dibuatlah sayembara ketangkasan memanah. Banyak yang mengikuti sayembara tersebut, namun sebagai pemenangnya Raden Panji Kudonorowongso.

KISAH CINTA PANJI dan DEWI ANGGRAINI.

Teater Malang mengangkat cerita agungnya rasa cinta sepasang kekasih dari legenda Kediri.

Konon kedua raja Jenggala dan Dhaha ingin menyatukan kerajaannya, yaitu dengan cara menjodohkan putra-putri mereka, Raden Panji dengan Putri Sekartaji. Kendala menghadang, karena Raden Panji sudah mempunyai kekasih Dewi Anggraini, anak salah satu punggawa rendahan.
Raja Dhaha marah, sehingga berupaya melenyapkan Dewi Anggraini, tetapi melalui prajurit yang iba terhadap Dewi Anggraini, lalu Dewi Anggraini disembunyikan di desa yang jauh dari kotaraja.

Perkawinan Raden Panji dan Putri Sekartaji dilaksanakan demi penyatuan kedua kerajaan. Jenggala dan Dhaha, kemudian meleburlah kedua kerajaan tersebut menjadi kerajaan Kediri.

PEREMPUAN dan KAPAL YANG HILANG.

Teater Bangkalan, Madura mengangkat keteguhan pendirian perempuan Madura. Keteguhan perempuan Madura karena dipengaruhi masyarakat yang religius. Dalam cerita teater ini mencontohkan tentang perempuan Madura yang sangat setia kepada suami, walau suaminya sebagai pelayaran yang jauh dari keluarga, suami di laut dan istri di darat. Perempuan Madura tetap taat, patuh kepada suami, meskipun tidak jarang diterpa gunjingan-gunjingan yang tak sedap.

Ketiga lakon kehidupan manusia yang dipentaskan oleh seniman-seniman muda membuat decak kagum penonton.

Hidup-hidupilah teater dan kita rayakan teater.

Selesai

Poedianto
Guru SMK Satya Widya Surabaya