Khutbah jumat yang disampaikan oleh Ust. Drs. Mohamad Ghufron menandai dimulainya kegiatan LDKS SMK Pariwisata Satya Widya, Surabaya, tahun 2019 yang bertempat di Meeting Room, Dewi Kunti, Freshgreen Hill Hotel, Trawas, Kabupaten Mojokerto.

Materi khutbah yang dipilih oleh guru pengampu Pendidikan Agama Islam ( PAI ) ini adalah menukil hadis Nabi Muhammad Saw. Yaitu hadis yang pernah diwejangkan kepada sepupu beliau yang bernama Abdullah Ibnu Abbas Ra.

Putra paman, sekaligus sahabat Nabi Saw ini dari kalangan kaum muda yang tumbuh kembang menjadi pemuda mulia. Pemuda pilihan nan hebat, hingga banyak hadis yang diriwayatkannya. Bahkan dari garis keturunannya melahirkan pemimpin Islam dari daulah (pemerintahan) Bani Abbasiyah Ra.

Dengan memilih pemaparan yang bebas, bapak tiga putri itu memompa semangat siswa didiknya, agar kelak menjadi pemimpin masa depan yang jujur, ulet, mandiri serta memiliki kepribadian yang utuh, sebagaimana figur Abdullah sepupu Rasulullah itu.
Pesan manusia agung utusan Allah swt mewasiatkan :

  1. Jagalah Allah pasti kamu dijaga olehNya, yakni jagalah iman, melalui ketaatan ibadah kepadaNya, pasti hidupnya dijamin Allah dunia aherat.
  2. Jagalah Allah pasti kau temuiNya dihadapanmu. Maknanya, bersungguh-sungguhlah menjaga dirimu dari perbuatan dosa pasti akan selamat dari kehinaan hidup dunia aheratmu.
  3. Takdirmu sudah ditulis juga. Telah kering catatan ketetapanNya, karena itu jangan engkau meragukan bagian rizkimu, karena kesemuanya sudah pasti diatur oleh Allah swt. Berdoalah secara istiqomah, terus menerus, maka Allah akan mengabulkan disaat engkau membutuhkannya.
  4. Ingatlah bahwa dalam kesulitan ada kemudahan. Bersabarlah dalam menghadapi kesulitan, Allah swt menjamin engkau memperoleh kemenangan dan camkanlah dalam hatimu bahwa kebahagian itu diperoleh semata-mata melalui kesulitan atau keprihatinan.

Diakhir khutbahnya, guru pemilik bakat pelantun Al quran yang indah itu berharap, semoga khutbah singkat yang disampaikannya dapat mengendap di alam bawah sadar siswa didiknya, sehingga dapat diungkap kembali pada usia dewasanya. Wallahu a’lam bissawab.

Drs. Muhammad Gufron

-Majalah Jendela-