By: Alya Vegita
X- Aph 1

Ibu…
Aku rindu, kepadamu.
Rindu pada masa-masa di kala kau ada saat kubersedih.
Jemari-jemari manismulah, yang selalu menyeka air mataku.
Mengelus kepalaku, dengan begitu lembut.

Ibu….
Aku kembali mengingat kesalahanku.
Kala aku, pernah membuatmu kecewa.
Namun, kau selalu memaafkan kesalahnku.

Saat ini bukan nasib yang kutangisi.
Bukan juga penderitaan yang kusesali.
Kehilangan ragamulah,
Yang membuatku terjatuh pilu.

Duniaku seakan terhenti.
Tak ada lagi, wanita tangguh yang memarahiku.
Tak ada lagi, wanita tangguh yang tertawa lepas akan candaan renyahku.

Kini semua telah sirna.
Kepada Tuhan, aku berdoa.
Menyampaikan dan menitipkan perihal rindu untukmu.

Ibu…
Hanya do’a lah yang menjadi penghubung di antara kita.

Dan, maaf Ibu.
Anakmu ini menangis,
Menangis karena merindukkanmu.

Ibu….
Ku menyayangimu.
Terima kasih, Ibu.