Pak De Karwo, demikian sapaan akrab bagi Dr. H. Soekarwo, SH, M. Hum, Gubernur Jawa Timur.
Pak De Karwo, senantiasa bersahaja setiap saat, setiap waktu dalam memimpin provinsi yang besar ini. Kesejahteraan rakyat serta kecerdasan rakyat, inilah yang menjadi tugas yang urgen di benak Pak De Karwo. Oleh karenanya, pria kelahiran Madiun 16 Juni 1950 ini selalu fokus dalam memecahkan jalan keluar problem solving rakyat di Jawa Timur. Seperti kesehatan, lingkungan bersih, air bersih, perumahan rakyat, ketenagakerjaan, pertanian, pendidikan, serta problematika lainnya, diupayakan dari fase yang satu ke fase yang lainnya agar selesai pada saatnya kelak.

Di dunia pendidikan, Pak De Karwo sangat respek dan konsisten guna memeratakan ilmu pengetahuan dan teknologi agar bisa dinikmati oleh siswa di Jawa Timur. Baik yang status ekonominya mapan, menengah, maupun yang tidak mampu. Pada pokoknya, segala tingkat sosial masyarakat di Jawa Timur hendaknya berpendidikan tinggi. Karenanya segala bantuan diberikan untuk memberdayakan pendidikan di segala lini. Baik berupa gedung-gedung sekolah, pesantren, maupun literatur-literatur ilmu pengetahuan dan teknologi. Kesemuanya ini, sebagai wahana peningkatan mutu kelulusan siswa di Jawa Timur. Para pengajarnyapun banyak yang ditingkatkan kwalitasnya. Yaitu mengkuliahkan guru-pengajar ke strata yang lebih tinggi. Tentunya dengan biaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Berjuang dan berpikir, untuk mengangkat kwalitas segala jenjang pendidikan di Jawa Timur, suami dari Hj. Nina Kirana ini sudah nyata kiprahnya di teritori wilayah yang dipimpinnya. Dari Banyuwangi hingga Ngawi, dari Malang hingga Lamongan. Dari kultur Mataraman hingga Tapal Kuda.

Berbagai sekolah menengah atas (SMA) diresmikan oleh Pak De Karwo. Antara lain SMA Taruna Bayangkara, Surabaya, SMA Double Track, Sampang, dan juga mendampingi Presiden Joko Widodo di SMA Taruna Nala, Malang.

Seperti baru-baru ini, Pak De Karwo telah membuka Pameran Pendidikan serta Produk SMK Mini se-Jawa Timur dan Festival Ekskul SMK-SMA se-Surabaya di Jatim Expo, Surabaya. Antusias masyarakat Jawa Timur menyambutnya. Tumplek blek para siswa dari semua lini pendidikan memenuhi gedung Jatim Expo selama tiga hari untuk menimba informasi pendidikan.

“Kedepan skill SMK-SMA harus memadai di dunia usaha dan industri. Misalnya di Lumajang, produk-produk SMK seyogyanya memberdayakan produk kripik pisang. Di daerah-daerah pesisir seyogyanya memberdayakan kripik ikan. Demikian juga SMK yang lainnya lagi,” papar Pak De Karwo ketika ditanya oleh beberapa wartawan seusai membuka pameran SMK Mini di Jatim Expo beberapa waktu yang lalu.

Maka, kini masyarakat Jawa Timur telah memetik hasil pada dunia pendidikan. Ini bisa dilihat dari berbagai dimensi. Baik dimensi mutu kelulusan siswa SMK-SMA, maupun mutu fisik gedung-gedung sekolah.

Selamat dan sukses Pak De Karwo. Jasa dan kiprahmu akan senantiasa dikenang.

Surabaya, 29 Januari 2019.