SMK Pariwisata Satya Widya, Surabaya mengadakan pelatihan pembelajaran daring di Hotel Wyndham, Surabaya sehari (21 Juli 2020). Pelatihan tersebut diikuti oleh segenap guru dan karyawan dan dipandu oleh Andri Kurniawan, M. Pd (dosen Paud) dan Lutfi Isni Badiah, M. Pd (dosen PLB), keduanya dari Universitas PGRI Adi Buana, Surabaya.

“Pembelajaran lewat daring wajib bagi semua guru. Bahkan guru BP juga harus menyampaikan nasehat, bimbingan ke siswa lewat daring. Khususnya untuk siswa kelas sepuluh,” ujar Drs. Hery Musika Djaya, MM, Kepala SMK Pariwisata Satya Widya, Surabaya dalam kata sambutan pembukaan pelatihan daring.

Bahkan pimpinan sekolah juga sudah menunjuk Joni Sumarijono, SE, Dani Adi Nugroho, S. Kom dan Dian, S. Pd, sebagai tim teknis pelaksanaan daring.

Pembelajaran daring harus menarik dan penuh dengan seni, agar siswa bisa mengikuti dengan penuh perhatian.

“Pembelajaran daring seyogyanya bisa merebut hati anak didik, bisa mempengaruhi orang tua murid serta perkaya seni mengajar daring,” papar Andri Kurniawan, M. Pd, tutor pembelajaran daring. Lebih rinci, kata Andri Kurniawan, bahwa separuh hidup guru harus bersama Google. Sebab semua informasi ada di Google. “Misanya lupa harga lombok saja, harus buka Google,” candanya dengan senyum lebar.

Setelah latihan daring, seluruh wali kelas sudah bisa mencatat kode (tanda) mata pelajaran kepada guru yang mengampu pelajaran masing-masing.

“Kami harus mencatat kode tersebut untuk diberikan pada siswa dan akan memudahkan proses pembelajaran daring,” kata Elisa Syafitri, S. Pd.

Tampak Amalia Sofie, S. Pd, Ary Wahyu, S. Pd, keduanya wali kelas, sibuk menghubungi guru-guru pengajar dengan maksud yang sama.

Pelatihan akan dilanjutkan di ruang kelas SMK Pariwisata Satya Widya, Surabaya pada waktu yang beda.

-Majalah Jendela-