JANGAN ADA PEMBEDA SEKOLAH SWASTA DAN NEGERI

Penulis : Poedianto

Pameran Vokasi 2022 SMK Swasta Surabaya di Atrium IT Maspion Square , Margorejo, Surabaya dibuka oleh Mudianto, S. Pd, MM, Kepala Seksi Kurikulum Bidang Pembinaan SMK, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.

Acara ini merupakan eksistensi sekolah kejuruan masih kukuh, solid dan berkembang. Buktinya perhelatan pameran vokasi ini berhasil. Baik dari sisi kualitas pameran maupun kuantitas jumlah peserta. Semua kompetensi keahlian dipamerkan. Pariwisata, perhotelan, Tata Boga, Tata Busana, Multi Media, Akuntansi Keuangan Lembaga dan kompetensi keahlian yang lain lagi. Sebanyak 95 SMK Swasta di Surabaya ikut berpartisipasi. Pameran Vokasi ini kali dimotori secara mandiri oleh MKKS Surabaya (24-26 Juni 2022).

“Semua prestasi, kreasi dalam rangka brending sekolah kejuruan swasta di Surabaya dipamerkan. Ini bukti eksistensi sekolah swasta masih berkibar.. Padahal sekolah swasta dan sekolah negeri sama kedudukannya. Sebab selama ini seolah-olah ada pembeda,” papar Yusuf, M. Pd, Ketua MKKS SMK Swasta Surabaya di sela-sela kesibukannya di area pameran.

Drs. Hery Musika Jaya, MM, Kepala SMK Pariwisata Satya Widya Surabaya mengutarakan dalam pameran ini, sekolah yang dipimpinnya menampilkan kompetensi keahlian Perhotelan, UPW (kepariwisataan) dan Tata Boga.

“Dalam parade prestasi siswa kami juga ditampilkan . Beberapa waktu lalu siswa kami masuk lima besar lomba kompetensi siswa tingkat Jawa Timur. Yaitu siswa UPW dan Tata Boga.,” katanya.

SMK Pariwisata Satya Widya Surabaya juga menampilkan karya seni tari dan seni lainnya.

“Semua keunggulan dan keterampilan kami pamerkan di stand pameran,” tambah Edi Pranoto, S. Pd, MM, K3 Tata Boga.

“SMK Nur Medika Surabaya juga memamerkan kompetensi keahlian farmasi dan keperawatan ,” ujar Suci Viarini, S. Kom, Guru Komputer SMK Nur Media Surabaya.

SMK Sejahtera Surabaya memamerkan AKL dan TKJ. “Kami hanya punya satu stand,” kata Nurul Ikewati, S. Pd, Kabag Humas.

Kinanti Lestari, S. Pd, M. Si, Dosen Akademi Farmasi Surabaya sangat menyambut acara pameran pendidikan ini, karena sekolah kejuruan sangat relevan. “Akademi kami juga menciptakan tenaga teknis kefarmasian. Setidaknya setelah lulus akan bisa berwirausaha. Bisa memproduk bunsoe, seperti tisu kesehatan, sabun kesehatan, dan jamu. Semua bagian tumbuh-tumbuhan, daun, bunga, biji, bisa diproses. Produknya tinggal diregestrasi di BPOM,” terang Kinanti Lestari dengan didampingi Ernawati Staf Keuangan di stand area pameran.

Acara ini juga menampilkan siswa berprestasi dalam lomba. Baik lomba tingkat lokal, regional maupun nasional.

M. Bagas Prasetiyo, lomba culinary dan Salomitha Manna, lomba tourist industry, keduanya siswa SMK Pariwisata Satya Widya Surabaya juga naik panggung mendapat penghargaan karena masuk lima besar pada lomba kompetensi siswa tingkat Jawa Timur.

-Majalah Jendela-