Lomba Tourism Industry di SMK Negeri 1, Boyolangu, Tulungagung diikuti 17 peserta. Seperti Jember, Malang, Kediri, Lumajang, Madiun, Blitar, Surabaya dan lainnya.

Pagi, pukul 7. 00 WIB, udara Tulungagung sudah panas. Terik mentari mengusir dinginnya malam. Langit biru bersih. Sesekali awan putih lewat, meliuk gemulai, menari bak Dewi Ratih menyambut Dewa Kamajaya. Semua guru pendamping di briefing oleh panitia tentang segala ketentuan dalam lomba. Dalam waktu yang sama, semua guru pendamping mengambil nomor urut undi lomba.

Hari pertama (28 Januari 2020) LombaTeori Produktif Kepariwisataan. Lomba ini meliputi kerja dengan kolega, menangani konflik, etika komunikasi, tour planning, guiding, ticketing dan geografi pariwisata/sejarah pariwisata. Lomba dalam bentuk tulis untuk menjawab soal 100 nomor.

Setelah Istirahat 30 menit, dilanjutkan praktik tour planning. Hal ini ialah tahapan menyusun, merencanakan, melaksanakan dan menjual paket wisata dan membuat brosur paket wisata.

Hari kedua (29 Januari 2020), lomba praktik guiding. Yaitu melaksanakan pemanduan transfer in dan transfer out. Jemput tamu di airport untuk melaksanakan pemanduan kepada wisatawan, memproses check-in hotel dan check-out, dan sampai kembali ke airport. Teutama materi destinasi wisata Jawa Timur. Menghitung waktu pemanduan. Hal ini minimal pemanduan perjalanan 2 hari, 1 malam dengan menunjukkan berbagai tempat-tempat wisata.

Hari ketiga (30 Januari 2020), lomba praktik ticketing. Ini meliputi proses menerima pemesanan ticket domestik dan internasional sampai mencetak ticket dengan rute beberapa negara tujuan. Tentu saja melalui negara transit dengan permintaan harga yang lebih murah. Lomba ini untuk menilai kemampuan siswa (yang lomba praktik) memilihkan rute dan jenis pesawat yang digunakan. Siswa (masih dalam lomba) harus mampu membedakan negara dalam katagori TC 1 (negara-negara di benua Amerika) TC 2 (negara-negara Eropa) TC 3 (negara-negara Asia), juga dalam menanyakan pembayaran cash atau by credit. Sudah barang tentu harus mengetahui jarak yang ditempuh dari negara satu ke negara berikutnya. (TPM, MPM, NUC dan GI).

“Kami semalam suntuk membimbing siswa kami untuk maju pada lomba hari ini,” ujar Abdul Kudus, S. ST. Par, MM, guru pendamping, SMK Pariwisata Satya Widya, Surabaya.

Abdul Kudus, S. ST. Par, MM

Mulia Wijaya Putra, S.Pd, guru tata boga, SMK Negeri 1, Kasreman, Ngawi mengatakan lomba tata boga ada dua klasifikasi. Tata boga cookery dan tata boga restaurant service. Alumni SHS Surabaya dan Unnes, Semarang ini mengaku mempersiapkan anak didiknya selama satu bulan untuk maju LKS di Tulungagung.

“Table booxing, yaitu menutup meja, folding napkin, aneka lipatan serbet, fruits cutting, memotong buah. Kesemuanya ini sudah kami berikan pada siswa peserta lomba dari sekolah kami,” papar Pak Putra, sapaan akrabnya.

Sama halnya Alifatul Fauzi, S. Kom, guru SMK Negeri 8, Jember juga telah matang membekali siswanya yang ikut lomba Graphic Design Technology.

-Majalah Jendela-