Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK Wilayah Kerja 1 (Wilker) yang diadakan di Pamekasan dan Surabaya baru saja usai (11- 13 Januari 2022).

Wilker 1 terdiri dari Surabaya, Sidoarjo, Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep dan kota lainnya. Acara ini dibuka oleh Dr. Ir. Wahid Wahyudi, MT, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jswa Timur di Pamekasan.

SMK Pariwisata Satya Widya Surabaya mengikuti lomba Hotel Reseption di Pamekasan, lomba Culinary di SMK Negeri 6 Surabaya dan lomba Tourist Industry di SMK Negeri 10 Surabaya.

LKS sangat bermanfaat bagi siswa serta sekolah. Sudah barang pasti bisa untuk mengukur kemampuan siswa. Terutama akan menambah pengalaman bagi siswa.

“Saya senang ikut LKS. Pengalaman bertambah, wawasan menjadi luas,” papar Shallomitha Manna, peserta lomba Tourist Industry dari SMK Pariwisata Satya Widya Surabaya.

Dengan nada yang sama M. Bagas Prasetyo, peserta lomba Culinary mengaku bertambah pengalaman serta bertambah keberanian sejak mengikuti LKS. Karena menurut siswa kelas 12 Tata Boga ini, lawan-lawan lomba Culinary banyak dari SMK negeri. Dengan demikian persaingannya sangat ketat.

“Saya masuk lima besar. Maka saya maju lomba tingkat provinsi di Blitar nanti,” katanya lirih.

Juni Weningdyah, M. Pd, penanggung jawab lomba Culinary dan Burhaniah Hakin, S. Pd, Guru Tata Boga SMK Negeri 6 Surabaya mengatakan semua piranti-piranti lomba sudah dipersiapkan secara maksimal.

Ditanya harapannya, kedua pendidik ini mengatakan bahwa siswanya sudah digembleng matang.

“Latihan yang terus menerus. Semua guru ikut memotivasi agar mental siswa peserta lomba kuat. Orang tua murid juga membantu untuk menjaga putra-putrinya konsentrasi tatkala lomba. Semuanya bekerja sama agar sukses,” urai Burhaniah Hakim.

Di tempat terpisah Abdul Kudus, S. ST. Par, MM, guru pembimbing lomba Tourist Industry dari SMK Pariwisata Satya Widya Surabaya berharap siswanya bisa menang.

Mochtar, S. ST. Par, praktisi pariwisata mengatakan bila lomba secara umum tentang industri pariwisata, maka siswa harus bisa membuat paket wisata, menerbitkan tiket (pesawat dll) dan memandu wisatawan.

“LKS akan membangkitkan semangat belajar. Kan kita tengah mengalami pandemi covid 19,” ujar Kadiso, S. ST. Par, MM.

Ngadiyani, M.Pd, dosen Universitas PGRI Adi Buana Surabaya berharap LKS harus sesuai dengan kompetensi siswa, fokus pada topik lomba, penilaian harus sesuai dengan parameter dan dilaksanakan dengan suasana bahagia.

Sementara Ir. Sumarno, MT, dosen Universitas Muhammadiyah Sidoarjo mengutarakan bahwa LKS adalah ajang pencerahan untuk bekerja setelah lulus SMK kelak.

Jadi yang menang tingkat Wilker (lima besar) akan masuk lomba tingkat provinsi. Bila juga menang tingkat provinsi, akan masuk lomba tingkat nasional. Untuk lomba tingkat provinsi persaingannya semakin ketat. Karena menghadapi pemenang-pemenang dari Wilker lain.

“Siswa kami masuk lima besar, maka akan maju lomba tingkat provinsi,” kata Aris Susanto, S. Pd, guru pembimbing lomba Culinary.

SMK Pariwisata Satya Widya Surabaya, SMK Negeri 6 Surabaya dan SMK lain yang masuk lima besar lomba, maka sudah barang tentu fokus segala persiapan untuk lomba tingkat provinsi yang sedianya diadakan di Kabupaten Blitar.


Abdul Kudus, S. ST. Par, MM guru pembimbing lomba Tourist Industry bersama Shallomitha Manna, peserta lomba Tourist Industry.
Edi Pranoto, S. Pd, MM dan Novi Ariyani, S. Pd, keduanya guru pembimbing lomba Culinary.

Poedianto ~Majala Jendela~