LKS (lomba kompetensi siswa) tingkat Jawa Timur dibuka oleh Dr. Ardo Sahak, SE, MM, Asisten 1 Pemerintahan Provinsi Jawa Timur di Gor Lembu Peteng, Tulungagung. Tampak hadir Dr. Wachid Wahyudi, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dan segenap kepala sekolah dan guru. LKS ini kali ditempatkan di kabupaten Tulungagung selama 4 hari (27-30 Januari 2020). LKS yang diikuti siswa SMK se Jawa Timur ini akan lebih kompetitif. Betapa tidak ! Karena peserta lomba sudah berhasil lolos masuk ke lima besar memalui selektif yang ketat di tingkat wilker (wilayah kerja) masing-masing. Dan SMK Pariwisata Satya Widya, Surabaya lolos masuk lima besar pada lomba wilker 1 di Bojonegoro pada waktu lalu, yang pesertanya terdiri dari beberapa kabupaten dan kota. Kini maju berlaga ke skala provinsi Jawa Timur di Tulungagung.

“Persiapan siswa kami untuk maju lomba ke tingkat provinsi sudah matang. Mudah-mudahan bisa berhasil masuk ke tingkat nasional,” ujar Drs. Hery Musika Jaya, MM, Kepala SMK Pariwisata Satya Widya, Surabaya didampingi Abdul Kudus, S. ST. Par, MM, guru pendamping lomba.

Lukman Subodro, ST, Kepala SMK Muhamadiyah 2, Tulungagung mengatakan LKS itu jenis lomba keterampilan, maka sarana prasarana sangat penting. “Ini lomba keterampilan. Pihak sekolah, guru dan siswa harus sinergis. Teutama saprasnya harus memadai,” kata Lukman Subodro bersama Ahmad Daim, S. Ag, Kepala SMK Islam Sunan Kalijogo, Ngunut, Tulungagung.

“Antusias peserta sangat tinggi. Baik siswa maupun guru. Ini bisa dilihat dari penuh sesaknya Gor Lembu Peteng. Sampai-sampai kami tidak dapat tempat,” ujar Dian Widya Putri, S. Sos, guru BK, SMK Pariwisata Satya Widya, Surabaya.

LKS di Tulungagung terdiri dari peserta yang berhasil masuk lima besar pada lomba di wilker masing-masing. Satu wilker meliputi beberapa kota dan kabupaten. Maka lomba pada tataran provinsi, sudah barang tentu pesertanya adalah siswa yang handal, sebab terdiri dari jawara-jawara lomba di wilker masing-masing. Lantas sudah dapat diprediksi, pasti akan seru, sengit, selektif, sebab semua peserta lomba akan menunjukkan taring-taring ilmu pengetahuan dan pengalaman empiriknya di hadapan dewan juri agar bisa lolos dan berhasil masuk ke lomba tingkat nasional di Jakarta.

Peserta lomba adalah siswa sekolah kejuruan semua jurusan. Baik berasal dari SMK negeri maupun swasta se Jawa Timur. Jenis lombanyapun sesuai dengan kompetensinya (jurusan). Ada perhotelan, pemasaran, peternakan, permesinan, multi media, pertukangan, pariwisata serta bidang lomba lainnya.

Setiap peserta lomba disertai seorang guru, yaitu guru pendamping. Guru pendampinglah yang membekali, memandu, mengarahkan, memotivasi siswa peserta lomba.Tentu saja iringan doa dari segenap guru pengajar di sekolah masing-masing, agar anak didiknya bisa berhasil meraih prestasi.

Dari semua jenis lomba, terseleksi lima besar oleh dewan juri. Kemudian yang terpilih lima besar (semua jenis lomba) maju berlaga ke jenjang tingkat provinsi. Bila lolos tingkat provinsi, akan maju ke tingkat nasional.

“Tentu saja pada tataran tingkat ini, peserta lomba adalah siswa yang pintar, cerdas dan berkemampuan praktik. Artinya sudah teruji dalam lomba teori dan praktik di wilker masing-masing,” papar Abdul Kudus, S. ST. Par, MM, guru pendamping Alfaricha, kelas 12 UPW SMK Pariwisata Satya Widya, Surabaya. Alfaricha berhasil masuk lima besar dalam lomba kepariwisataan di wilker 1 (Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Lamongan, Bojonegoro, Tuban, Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep), yang dilaksanakan di kabupaten Bojonegoro beberapa waktu yang lalu.

“Oleh karena itu peserta lomba kepariwisataan tingkat provinsi Jawa Timur, harus mampu mempresentasikan tentang wawasan kepariwisataan, khususnya di Jawa Timur. Mampu berkomunikasi dengan luwes. Mampu membuat rencana perkembangan kewisataan. Dan sudah barang tentu berpenampilan menarik serta sopan santun. Kesemuanya ini harus mampu disajikan di depan dewan juri. Semoga siswa kami bisa masuk ke tingkat nasional,” kata Abdul
Kudus dengan mimik serius.

Lebih lanjut guru kepariwisataan, yang juga asessor LSP2 biro perjalanan wisata Jawa Timur ini, menerangkan bahwa peserta lomba adalah siswa yang sudah mumpuni.Seperti peserta lomba yang berasal dari Malang, Jember, Sidoarjo, Lumajang, Banyuwangi, Pacitan, Madiun, Kediri, Tulungagung. “Mereka adalah siswa yang sudah teruji, dan pengalaman di berbagai lomba-lomba. Baik skup lokal, regional maupun nasional,” tambah Abdul Kudus.

“Lawan terberat adalah SMK Negeri 1 dan 2, Kota Malang, SMK Negeri Buduran 1, Sidoarjo dan SMK Negeri 1, Jember,” timpal Alfaricha dengan mimik serius.

Rahindriati Rahaju, S. Pd, Ketua Kompetensi Keahlian (K3) Usaha Perjalanan Wisata (UPW) SMK Pariwisata Satya Widya, Surabaya, mengutarakan bahwa persiapan anak didiknya untuk mengikuti LKS mendapat bimbingan dan bekal keilmuan dari guru-guru profesional. “Seperti belajar dan memahami buku panduan domestik serta internasional, belajar dan memahami buku Passenger Air Tariff, belajar dan memahami program CRS, belajar dan memahami reservasi ticket internasional. Insya Allah siswa kami sukses,” kata Rahindriati Rahaju di Lab. Kendedes, SMK Pariwisata Satya Widya, Surabaya.

-Majalah Jendela-