UKK hari ke tiga (23 Maret 2022), penguji dari Hotel Holiday Inn Express Surabaya Tafif Wijanarko, sebelum waktu ujian, mengamati dengan seksama kesibukan peserta ujian di Kirana Resto SMK Pariwisata Satya Widya Surabaya. Penguji yang ganteng ini menerangkan kepada Majalah Jendela bahwa perlunya latihan dulu baru menghadapi ujian. Tidak hanya kemampuan tata hidang saja, namun menataan gestur dan sopan santun juga harus dibenahi.

“Siswa yang bengal saja bisa jadi baik. Di dunia industri tidak memilih-milih siswa, semua akan mendapatkan pendidikan. Proses mendidik inilah yang diutamakan. Baik karakter maupun skill. Tentang skill itu ilmu katon (nyata), bisa dipelajari dengan sungguh-sungguh,” kata Tafif Wijanarko dengan mimik serius.

Memang sebelum waktu ujian, di ruang Kirana Resto tampak kesibukan yang tinggi. Peserta ujian dengan memakai seragam atasan putih, bawahan hitam serta memakai rompi hitam. Sudah barang tentu dengan dandanan rambut yang rapi. Tak ketinggalan memakai masker. Mereka berkelompok di meja masing-masing. Latihan segala sesuatunya untuk menghadapi ujian FBS.

Innayatul, peserta ujian kelas 12 Tata Boga 2 mengatakan tidak ada kesulitan pada UKK memasak kontinetal, oriental dan masakan Indonesia.

“Kami sudah diajari oleh guru kami di tempat praktik. Seperti masakan Korea, Jepang, Indonesia dan masakan-madakan lain. Insya Allah tenang menghadapi ujian,” aku Innayatul.

Lain halnya Lilianawati Dinata, penguji Reservasi & Ticketing pada kelas 12 UPW, mengutarakan kekurangan peserta ujian adalah adaptasi penggunaan sistem reservasi dan bahasa Inggris.

“Harus sungguh-sungguh dalam belajar. Perlu waktu yang panjang,” katanya.

Lilianawati Dinata, sedang menguji Reservasi dan Ticketing di Kendedes Tour & Travel.

-Majalah Jendela-