Setiap tanggal 17 agustus, sekolah kami mengadakan upacara bendera. Tujuan dilaksanakannya upacara bendera adalah mendisiplinkan siswa dalam suatu kegiatan bersama. Sekaligus sarana menginformasikan hal-hal yang ada di sekolah. Seperti pengumuman-pengumuman, pemberian hadiah bagi siswa yang sudah memenangkan lomba yang sudah disusun oleh kakak-kakak osis, dan ajang kekompakan antar siswa dalam barisan. Bila disiplin itu telah dapat ditegakkan, maka hal-hal lainnya akan mengikuti.

Namun, sangat disayangkan masih ada saja beberapa siswa terlambat. Ditambah pula kelengkapan upacara seperti topi dan dasi yang sering tidak lengkap karena tertinggal di rumah. Nampaknya disiplin memang harus ditegakkan dengan serius dan penuh konsistensi. Siapa saja yang melanggar harus dikenakan sanksi. Sanksi adalah hukuman yang diberikan kepada anak muridnya, agar di lain waktu tak melanggar lagi. Sanksi itupun haruslah mendidik dan tidak berupa kekerasan fisik.

Sebab bukan jamannya lagi hukuman harus dengan cara fisik. Kelihatannya memang sulit menegakkan disiplin ini, seperti menegakkan benang basah. Perlu kerjasama dan usaha keras dari para guru. Guru pun harus kreatif dalam memberikan sanksi kepada siswa sehingga menyadarkan pada mereka agar tak melakukan itu lagi. Kalau segala sesuatu dilakukan dengan kesadaran dan tanpa paksaan tentu akan berdampak positif pada diri siswa yang bersangkutan.Tak ada cara efektif mendisiplinkan siswa selain memberikan keteladanan.

Memberikan contoh bagaimana melaksanakan disiplin itu sendiri. Bila para guru paham bahwa dirinya adalah public figure untuk para muridnya, tentu para guru akan berusaha tepat waktu dan tidak terlambat datang ke sekolah. Apalagi bila ada upacara bendera. Tentu akan malu bila guru sampai datang terlambat. Dalam upacara bendera sederet acara di gelar yang semuanya bermuara pada kedisiplinan dan jiwa nasionalisme.

Oleh:SUWANDI Kelas: X Aph 4