Workshop Teaching Factory SMK Pariwisata Satya Widya Surabaya di Resto Kirana dihadiri segenap guru dan tenaga kependidikan dalam suasana gairah, guyub dan sesekali diiringi canda tawa.

Dra. Agustina, M. Pd, Kepala SMK Negeri 1 Buduran, Sidoarjo, sebagai pemateri, menjelaskan bahwa Teaching Factory bertujuan mewujudkan industri di lingkungan sekolah. Dan pada gilirannya bisa sampai pada tataran kewirausahaan yang real. Proses pemberdayaan produk sekolah melalui pelatihan yang terus menerus, menyiapkan sumber daya manusia yang mumpuni, memasarkan produk dan jasa, menjaring pelanggan dan lainnya lagi. Bila sudah demikian, maka sekolah bisa dikatagorikan menjadi BLUD (Badan Layanan Umum Daerah). Sudah barang tentu dengan prinsip efisien dan produktifitas.

“Produk barang dan jasa bisa terlaksana di sekolah, harus diusahakan dengan sungguh-sungguh. Di SMK Negeri 1 Buduran, Sidoarjo, sudah membuktikan dengan penyediaan hotel, kuliner, busana dan usaha lainnya. Budaya kerja, budaya industri harus ditanamkan. Hal inilah yang dinamakan pembelajaran berbasis industri. Maka kepala sekolah, kaprog, guru, siswa dan tenaga kependidikan harus sinergis. Sudah tentu harus didasari dengan budi pekerti (attitude) yang luhur,” urai Agustina dengan serius.

Nurjannah Rachman, S. Pd, Guru Matematika, mengatakan bahwa workshop teaching factory sangat bermanfaat untuk sekolah kejuruan.

“Rinci dan terstruktur, sehingga mudah dipahami,” kata guru yang kalem ini.

Dra. Agustina, M. Pd.

Poedianto