Setiap tahun diadakannya Lomba Kompetensi Siswa SMK (LKS). Tahapannya dimulai dengan lomba tingkat wilayah kerja (wilker). Di Jawa Timur ada Wilker 1 Surabaya, meliputi Surabaya, Gresik, Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep dan kota lain. Ada Wilker Malang, Wilker Madiun, Wilker Jember dan Wilker lainnya.

Tahun 2022 sudah dimulai tahapannya. Beberapa hari yang lalu diadakan Technical Meeting Wilker 1 di Pamekasan dan Surabaya. Pembukaan LKS diadakan di Pamekasan oleh Dr. Ir. Wahid Wahyudi, MT, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.

Yang menang lomba tingkat Wilker akan memasuki lomba tingkat provinsi. Lalu, masuk lomba tingkat nasional.

Tahun 2021 tingkat Wilker 1 diadakan di Bojonegoro, lalu masuk lomba tingkat provinsi Jawa Timur di Tulungagung, dan tingkat nasional di Kalimantan.

“LKS ini perlu diikuti oleh sekolah. Sebab bisa untuk mengukur kemampuan siswa di bidangnya masing-masing,” ujar Drs. Mulyadi, guru matematika SMK Negeri 12 Surabaya. Lebih lanjut Mulyadi mengatakan bahwa seyogyanya pemenang lomba harus diberi penghargaan dan apresiasi dengan bisa masuk di perguruan tinggi negeri tanpa tes serta dibiayai perkuliahannya oleh negara.

Sementara itu Wijayadi, M. Pd, dosen bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Surabaya mengutarakan LKS, standarisasi kompetensi yang dimiliki siswa tidak jauh dari peserta lomba.

Banyak harapan dari urgenitas LKS SMK. Berbagai lomba kejuruan masing-masing, setidaknya bisa untuk mengukur kemampuan siswa. Kekurangan dan keunggulan masing-masing akan dievaluasi secara kemperehensip oleh pemangku-pemangku pendidikan. Sudah barang tentu juga akan melibatkan peranan dunia usaha dan industri. Untuk apa semua itu? Sudah barang pasti untuk memajukan keterampilan serta kemampuan anak didik. Apalagi apabila sudah lulus kelak. Keterampilan dan kemampuan yang memadai oleh siswa akan bisa mengisi sektor-sektor usaha serta sektor-sektor industri. Itulah yang menjadi harapan guru dan orang tua murid. Lulus siap pakai.

“Lomba akan menjadi ajang prestasi siswa. Mengukir prestasi dan mengembangkan bakat, yang pada gilirannya memberikan manfaat bagi siswa. Maka iven-iven LKS harus berkesinambungan,” papar Prihartono, S. Pd, S. Sn, pengajar di Live Academy Surabaya.

“Oleh karenanya, tahapan-tahapan LKS harus sukses. Sukses pelaksanaannya, sukses pula tujuannya. Yaitu mencetak siswa yang terampil, berkemampuan dan beriman,” tambah Drs. Supriyadi, guru Sejarah di SMA Negeri Kedung Waru, Tulungagung.

Dengan percaya diri, Prisma J. Hastian, S. Sos, guru pembimbing dan pendamping peserta lomba Hotel Reseption SMK Pariwisata Satya Widya Surabaya mentarget siswanya akan masuk tiga besar.

“Saya tidak main-main untuk membimbing siswa saya dalam LKS tahun ini. Target saya, siswa saya masuk tiga besar,” kata guru yang ganteng ini serius.

Dengan nada yang sama Drs. Bahrun, ST, MM, Kepala SMK Negeri 6 Surabaya yang juga ketua Wilker 1 Surabaya mempunyai harapan bahwa Wiker 1 menjadi juara umum LKS.

“Harapan kami, Wilker satu menjadi juara umum LKS,” harap Bahrun.

SMK Pariwisata Satya Widya Surabaya mengikuti lomba Hotel Reseption dan dibimbing oleh Prisma J. Hastian, S. Sos dan Naniet Hernita, SE, S. ST. Par. Lomba Tourist Industry dibimbing oleh Rangga Galung Rihardika, ST. Par, Abdul Kudus, ST. Par, MM, Rahindriati Rahayu, S. Pd. Lomba Culinary dibimbing Edi Pranoto, S. Pd, MM, Raken Fitrianing Syahri, S. Pd, Novi Ariyani, S. Pd.

LKS memang akan bisa meningkatkan kreativitas, wawasan dan inovasi siswa. Tetapi setidaknya peserta lomba akan bertambah juga cakrawarti pengalaman. Demikian pendapat Drs. Yoni Triono, MM guru Bahasa Indonesia SMK Mahardhika Surabaya.

“Khusus lomba kesenian harus lebih ditingkatkan. Sebab lomba kesenian dalam LKS sedikit sekali pesertanya. Dengan mengikuti lomba seni, siswa akan bertambah peka dalam olarasa ,” tambah Sulton, S. Pd, guru Bahasa Jawa di SDN Mojokerto.

Poedianto. ~Majala Jendela~