“Pendidikan Indonesia Unik”

SMK Pariwisata Satya Widya, Surabaya, mendatangkan guru tamu dari Turkmenistan pagi ini ( 8 Desmber 2019) untuk mengajar siswa ekstra Sunday Morning. Muhammet Hudayberdiyev dari negara Turmenistan ( dulu bagian Uni Sovyet) didampingi Rokayah Luebaesa dari Thailand, mengajar dengan memakai bahasa Inggris. Komunikasi berlanjut dengan landai antara siswa (Sunday Morning) dengan guru (Turkmenistan). Banyak materi yang disampaikan. Tentang budaya, lingkungan hidup, pendidikan serta kondisi sosial masyarakat Turkmenistan. Berbagai pertanyaan juga muncul dari siswa, kepada guru yang tinggi ganteng ini. Bahkan ada siswa yang menanyakan negara Turkmenistan itu dingin apa panas seperti Indonesia. “Turkmenistan itu dingin. Minus tiga derajad celcius,” jawabnya sembari menjelaskan situasi negaranya. Sementara Elizabeth, M. Pd, Abdul Malik, M. Pd dan Drajat Puspito, S. Pd (guru SMK Pariwisata Satya Widya, Surabaya) memandu komunikasi kelas, untuk melancarkan proses pengajaran pagi ini.

“Ini semua untuk memacu siswa agar memiliki pengetahuan yang memadai. Khususnya dalam bahasa Inggris. Siswa sangat antusias ketika berbicara dengan guru asing,” papar Drajat Puspito.

“Di Indonesia pendidikan itu unik, karena jumlah mata pelajaran terlalu banyak. Saya pernah mengikuti pelajaran di kampus (Indonesia), sampai-sampai saya mengantuk. Lain seperti di negara Turkmenistan mata pelajaran sedikit,” kata Muhammet Hudayberdiyev, yang juga mahasiswa semester 3 jurusan teknik sipil Universitas Muhammadiyah, Sutorejo, Surabaya, kepada Majalah Jendela.

Beberapa waktu yang lalu, SMK Pariwisata Satya Widya, Surabaya pernah mendatangkan guru tamu dari Jerman, Amerika, Angola dan Tajikistan. Kini dari Turkmenistan.

-Majalah Jendela-