In House Training (IHT) SMK Pariwisata Satya Widya Surabaya sudah masuk hari yang ke sembilan (1 September 2021).

Tujuannya memperkuat seluruh warga sekolah, baik guru maupun tenaga kependidikan bersama-sama meningkatkan kinerja. Karenanya selama IHT peserta belajar bersama dalam penyusunan perangkat pembelajaran, diskusi sesama peserta, membuat modul, menyerap materi-materi dari para narasumber dan presentasi guru.

Kemudian pada gilirannya nanti sekolah mampu meluluskan siswa yang berkualitas. Baik kualitas ilmu pengetahuan dan teknologi, kualitas keterampilan maupun kualitas moral. Sebab ini semua yang dibutuhkan bangsa dan negara. Negara yang kuat bila kualitas pendidikan kuat pula.

Ni Made Aryani, SE, Guru Kewirausahaan berpendapat IHT bisa meningkatkan mutu guru dalam mengajar guna terwujud pencapaian siswa yang berkualitas.

“Kalau mutu pengajaran meningkat, meningkat pula mutu siswa,” kata Ni Made Aryani.

Lain halnya Dradjat Poespito, S. Pd, Guru Bahasa Inggris, mengatakan bahwa guru harus bisa digugu dan ditiru. Ing ngarsa sung tulada. Kalau tidak, akan terjadi gap antara guru dengan siswa.

“Guru harus menjadi contoh bagi murid. Guru harus digugu dan ditiru oleh murid. Ing ngarsa sung tulada. Guru jangan show of force. Apalagi apabila merasa diri paling benar. Adigang adigung adiguna. Merasa kuat, merasa kuasa, merasa berguna. Kalau sudah merasa seperti ini, maka semua pengajaran akan sia-sia. Dan akan jauh dari capaian membentuk pelajar Pancasila,” papar Dradjat Poespito yang juga dosen terbaik di LP3I.

Dradjat Poespito, S. Pd, saat presentasi mengajar.
Ni Made Aryani, SE.

-Majalah Jendela-