Selama 3 hari (14-16 Februari 2020) digelar pameran pendidikan sekaligus festival ekstra kurikuler SMK-SMA se-Surabaya di Jatim Expo, Surabaya.

Prisna Andreanus Effendi, M. Pd, Waka Kurikulum SMK Pariwisata Satya Widya, Surabaya, mengutarakan bahwa di dalam pameran tersebut, semua keunggulan sekolah bisa dilihat pada stand pameran masing-masing.

Ketika ditanya harapan kedepan, ayah dari satu putra ini mengatakan bahwa sekolahnya bisa mendapat siswa yang banyak dan menghasilkan kelulusan yang berkualitas.

“Dengan adanya pameran pendidikan, semoga sekolah kami mendapat siswa banyak. Namun yang lebih utama, menghasilkan kelulusan yang berkualitas,” ujarnya di ruang guru.

Membahas ekstra kurikuler, SMK Pariwisata Satya Widya, Surabaya, telah berhasil menunjukkan kualitasnya. Misal, beberapa waktu lalu, bidang sastra tulis, mendatangkan guru besar sastra Unesa. Seperti Prof. Wawan Setiawan, DR. Suharmono Kasiyun, DR. Riri Rengganis untuk melatih siswa dalam karya tulis sastra. Dan menghasilkan karya tulis guru, siswa dalam buku Ginjal Untuk Unas serta buku kumpulan cerpen siswa.

Bidang karya tulis jurnalistik, berhasil mengadakan pelatihan jurnalistik siswa SMP Negeri dan SMP Swasta se-Surabaya dengan pembicara D. Zawawi Imron, penyair yang dikenal dengan nama kondang Celurit Emas (penulis buku Celurit Emas), Riyadi Ngasiran (penulis dan tokoh NU), Mardi Luhung (penyair nasional), Diana AV. Sasa (penggerak literasi, kini anggota legislatif). Kemudian menghasilkan Majalah Pendidikan “Jendela” yang terbit berkala.

Bidang religius, juga mendatangkan dai kondang KH. Imam Hambali, KH. Miftahul Lutfi, KH. Ridwan Yasin (Kyai Bogang).

Sunday morning, yang diadakan setiap minggu pagi juga pernah diajar oleh guru dari Jerman, Amerika, Angola, Turkmenistan.

Pentas seni musik juga pernah mendatangkan Kotak, Seventeen, SID, Endang Sukamti, J. Rock dan grup musik lainnya.

Partisipasi guru di kanca seni teater, seni baca puisi, seni pertunjukan dan seni lainnya sudah dibuktikan. Di Dewan Kesenian Surabaya (DKS), di Gedung Cak Durasim serta tempat lainnya, sudah dilakukan.

Aris Setiawan, M. Pd, Drs.Mohamad Gufron, Drs. Khoirul Wadud, semuanya guru SMK Pariwisata Satya Widya, Surabaya, juga ikut meramaikan acara seni budaya di Candi Songgoriti, Kota Batu dan di desa Mojorejo, Kota Batu. Kedua even ini di motori oleh Winarno Ikram, S. Sn, Kabid Kebudayaan Kota Batu.

“Kami tampil bernafaskan religi dan dengan tema Menep. Artinya kita harus menep hati dalam menghadapi semua lakon hidup,” ujar Mohamad Gufron.

Juga saat ulang tahun Kampung Kelir, Magersari, Mojokerto yang dihadiri 2000 kader pramuka dari Sidoarjo, Gresik, Mojokerto, Lamongan, Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep dan Surabaya.

“Kami mengirim sepuluh kader penegak pramuka dan dua guru. Seluruh kader pramuka mengecat rumah-rumah penduduk dengan aneka warna. Seperti pagar, genting, dinding dan pembatas trotoar jalan-jalan desa di Magersari,” papar Rahindriati Rahayu, S. Pd, pembina gugus depan pramuka SMK Pariwisata Satya Widya, Surabaya.

Oleh karena itu even-even pameran pendidikan, lomba pendidikan (pengetahuan dan seni), LKS, pelatihan guru maupun siswa, dan segala kegiatan-kegiatan pendidikan lainnya, kesemuanya hanya semata untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

-Majalah Jendela-