Dra. Emi Ismiati, M. Pd, Pengawas SMK Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur tatkala menjadi pemateri In House Training (IHT) di SMK Pariwisata Satya Widya Surabaya mengutarakan bahwa kelemahan SMK adalah Soft Skill. Maksudnya ialah kelemahan dalam kebiasaan . Memupuk kebiasaan diri yang baik dan membina karakter di rumah. Ini semua seyogyanya juga dibiasakan di sekolah. Sekolah harus menguatkan kebiasaan itu. Seperti keinginan membiasakan unggulan-unggulan dalam keseharian, keinginan mencapai cita-cita, karakter yang berbudi luhur, kebiasaan berperilaku santun. Kuncinya membiasakan Shoft Skill.

Tetapi bila Hard Skill (keterampilan yang terukur) mudah dipelajari. Seperti menata bed, membuat kue, mendampingi wisatawan dan lainnya.

“Kalau Hard Sklil bisa dipelajari dengan belajar. Namun bila Shoft Skill harus dibiasakan selalu. Shoft Skill ini yang menjadi kelemahan SMK,” katanya.

Lebih lanjut pengawas SMK ini mengatakan Shoft Skill ditentukan dengan kebiasaan di rumah dan kebiasaan di lingkungan sekolah.
Perpaduan kebiasaan di rumah harus dibina di sekolah. Dan harapannya melahirkan nilai-nilai luhur. Bagaimana dengan siswa yang keluarganya broken home.

“Di sini perlunya home visit dan sering-sering pertemuan dengan orang tua siswa. Bila sudah demikian, akan ketemu solusi yang baik. Yang endingnya akan baik juga bagi siswa. Pada gilirannya muncul kebiasaan unggul,” papar Emi Ismiati.

Dra. Emi Ismiati, M. Pd.

-Majalah Jendela-