Workshop Budaya Kerja oleh Ari Anggraeni Mayadewi, HRM. Artotel TS. Suites Surabaya di Kirana Resto, SMK Pariwisata Satya Widya Surabaya siang ini (21 Desember 2022) berjalan dalam suasana guyub, gairah dan dengan hati senang. Acara ini, dihadiri segenap guru serta staf kantor.

Budaya kerja selalu diterapkan di tempat kerja agar bisa menyelaraskan, menyatukan, merekatkan profesional. Bila sudah sampai pada tataran yang demikian, maka tujuan perusahaan, lembaga, bisa sampai pada yang dituju.

“Ini harus membangun kultur yang ada di tempat kerja. Budaya kerja ini harus dijalankan secara konsisten oleh semuanya. Dari pimpinan hingga anggota. Dimana bumi aku injak, langit aku junjung. Sudah tentu harus memahami hirarki, struktur, secara vertikal. Dan tak kalah pentingnya ialah tentang penguasaan pasar. Hal ini yang dilihat adalah hasil jualannya,” terang bu Maya, sapaan kesehariannya.

Lebih lanjut lulusan psikologi Unair Surabaya ini mengutarakan tentang budaya adhokrasi yang mengedepankan kolaborasi dari atasan hingga bawahan.

“Substansinya budaya kerja itu tidak semata diterangkan saja, namun harus ditanamkan. Sehingga menghasilkan etos kerja yang memadai. Jadi yang dinilai adalah kemampuan karyawan bukan berdasar kekerabatan. Etos kerja terwujud bila mempunyai perilaku positif, komunikasi ramah kepada semuanya. Ini semua akan membuahkan rasa senang, nyaman, kerasan ditempat kerja. Maka bekerja tidak terasa penat, capek, walau waktunya panjang,”paparnya.

Ditanya oleh salah satu guru tentang gaji, bu Maya menjawab dengan singkat, “Gaji itu relatif. Tetapi yang jelas mencapai UMK.”

Di tempat yang sama Edi Pranoto, S. Pd, MM, Kepala SMK Pariwisata Satya Widya Surabaya mengatakan bahwa workshop budaya kerja ini kali bisa menambah wawasan.

“Sudah tentu memperluas cakrawala pandang bagi kita semua,” ujar Edi Pranoto.


Poedianto.