Upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan dilakukan dengan sungguh-sungguh. Kualitas guru, kualitas murid serta kualitas sarana prasarana belajar. Sebab hakikat mendirikan sebuah negara adalah mencerdaskan anak-anak bangsa dan mensejahterakan rakyat.

Berangkat dari itu semua, maka untuk sekolah menengah kejuruan seyogyanya menuju klasifikasi sekolah pusat keunggulan. Mengapa ? Sudah barang pasti ini merupakan program pengembangan kompetensi keahlian pada sekolah menengah kejuruan.

SMK Pariwisata Satya Widya Surabaya sudah sampai pada tahap SMK Pusat Keunggulan (PK) dan Pusat Keunggulan Skema Lanjutan.

Fase yang dilaksanakan meliputi, sosialisasi Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM), In House Training (IHT), penyelarasan kurikulum dengan industri, magang guru bersertifikat. Kini melakukan studi banding di SMK Negeri 3, Malang dan SMK Negeri 2, Malang (21-22 Nopember 2022).

Jadual : Tanggal 21 Nopember 2022. Pukul 09. 00, acara di SMK Negeri 3 Malang. Pukul 13. 00, acara di SMK Negeri 2 Malang. Pukul 18. 00 Table Manner dan Hotel Tour di Harris Hotel and Conventions Malang.
Tanggal 22 Nopember 2022, kembali ke Surabaya.

Pertama Studi Banding di SMK Negeri 3 Malang. Sekolah kejuruan ini mempunyai lima jurusan. Busana, Kecantikan, Kuliner, Perhotelan dan Teknik Komputer Jaringan. Sekolah ini juga memiliki Neo Cafe Gaul untuk umum dan mempunyai 1448 siswa.

Dalam pada itu, SMK Negeri 1 Sambas, Kalimantan Barat yang siswanya berjumlah 1429 siswa, juga studi banding di tempat yang sama.

Dra. Lilik Sulistyowati, M. Si, Kepala SMK Negeri 3 Malang, mengatakan bahwa sekolah yang dipimpinnya belum menjadi sekolah pusat keunggulan. Tetapi acapkali dipercaya untuk studi banding dari sekolah-sekolah lain. Buktinya, hari ini (21/11/2022) SMK Negeri 1 Sambas, Kalimantan Barat dan SMK Pariwisata Satya Widya Surabaya bertandang di sekolah yang mengumandangkan yel-yel “Raih Prestasi, Junjung Tinggi Budi Pekerti.”

“Sekolah itu yang penting lulusan siswanya jempol. Lulusan SMK harus menciptakan entrepreneurship,” kata bu Lilik, sapaan akrabnya.

“Studi banding ini bisa untuk berbagi pengalaman. Sebab SMK Negeri 3 Malang tingkatannya sudah go internasional,” ujar Effi Gustinar, S. Pd, Ketua Jurusan Pemasaran, SMK Negeri 1 Sambas, Kalimantan Barat.

Di tempat yang sama, Yetti Setyorini, S. Pd, Guru Kuliner, SMK Negeri 3 Malang, mengutarakan bahwa siswanya menjadi juara 2, dan meraih medali silver di Abudabi, Dubai, bidang lomba restaurant service pada LKS Internasional.

Sementara susunan acara studi banding di SMK Negeri 2 Malang : Sambutan kehormatan penerimaan tamu oleh panitia setempat. Menyanyikan Lagu Indonesia Raya dipimpin Yeti Dian Anggraini, S.ST. Par, MM. Sambutan pembukaan oleh Atmi Utami Dewi, S. Pd. Sambutan Kepala SMK Pariwisata Satya Widya Surabaya Edi Pranoto, S. Pd, MM dan Kepala SMK Negeri 2 Malang Ali Hermawan, ST. Pemberian cenderamata dan foto bersama.

Kemudian dilanjutkan dengan paparan terkait yang meliputi : Teaching Factory oleh Zulqoidah, S. Pd, Waka Kurikulum SMK Negeri 2 Malang. Bursa Kerja Khusus (BKK) oleh Eviatun Khaeriah, S. Psi, M. Si. Waka Humas SMK Negeri 2 Malang.. Pembelajaran Praktik di SMK Negeri 2 Malang oleh Lulu Atun Nafisah, S. Pd, Koordinator BKK. Lalu kunjungan pada Unit Produktif Sekolah (UPS) SMK Negeri 2 Malang.

“Ini semua akan menambah cakrawala wawasan bagi kami semua. Maka akan kami laksanakan dengan konsekwen,” urai Prisna Andrianus Effendi, M. Pd, Waka Kurikulum dan Rusdiyanto, S. ST. Par, MM, Waka Sapras, SMK Pariwisata Satya Widya Surabaya dengan mimik serius.

“Harapan kami, minimal bisa mengetahui proses belajar mengajar di SMK Negeri 3 Malang dan SMK Negeri 2 Malang. Intinya yang baik akan diselaraskan di sekolah kami, ujar Edi Pranoto, S. Pd, MM, Kepala SMK Pariwisata Satya Widya Surabaya.


Poedianto