Sejak manusia berbentuk nutfah (dalam kandungan) sudah mendapat anugerah dari Allah. Maka segala kemudahan yang tak terhitung jumlahnya, semuanya datangnya dari Allah semata.

“Dan apa saja keanugerahan yang ada pada kamu, semua itu datangnya dari Allah”. (An-Nahl 16:53).

Sesungguhnya, kalau kita merefleksi diri sejenak disela-sela kesibukan kita yang semakin hari semakin padat, maka kita akan merasa kecil. Merasa kecil itulah yang membuat kita tidak punya daya apa-apa. Namun, setiap permasalahan hidup senantiasa bisa kita lalui dengan menemukan jalan keluarnya. Dan semuanya itu hanya semata mendapat uluran tangan dari Allah. Karena itu seyogyanya kita selalu mensyukuri anugerah dan nikmat kepada Allah. Bentuk syukur itu bisa dengan memuji Allah dengan kata-kata maupun dengan amal perbuatan yang baik. Perbuatan yang demikian inilah merupakan adab kepada Allah.

Hidup, ya hidup banyak sekali varian yang kita jalani. Ada suka, ada juga duka. Suka dan duka silih berganti datangnya. Yang satu belum kelar, disusul yang satunya lagi. Terkadang berhimpitan datangnya. Dalam keadaan yang demikian inilah, kita harus percaya bahwa Allah selalu dekat dan mengulurkan tangan untuk mengentas kesulitan kita. Kalau toh yang datang adalah kesenangan pada kita, maka janganlah menjadi jumawah, apalagi menjadi takabur.

Pada akhirnya, semuanya datangnya dari Allah, kemudian akan kembali kepada Allah.

“Berasal dari tidak ada, menjadi ada, kemudian kamu dikembalikan lagi kepada Allah.” (Al Baqarah 28).

-Majalah Jendela-